Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Tuesday, March 26th 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Diluncurkan Buku
August 26th 2008
 

Ditulis oleh Hans

Senin, 14 Juli 2008 19:30

 

Kupang, 14/7 (ANTARA) - Buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta" yang digarap Ketua Pokja Celah Timor, Ferdi Tanoni, Senin, diluncurkan di kediaman resmi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang.

 

Peluncuran buku di penghujung masa jabatan Piet Alexander Tallo SH sebagai Gubernur NTT periode 2003-2008 yang tinggal dua hari lagi ini (16 Juli 2008, yang ditandai dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang baru) ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada Gubernur NTT mewakili pemerintah Indonesia.

 

Sebuah buku lagi, diserahkan penulisnya kepada Ketua DPRD NTT, Drs Melkianus Adoe sebagai perwakilan Bangsa Indonesia.

 

Dalam kata pengatarnya, Tanoni mengungkap bahwa 80 persen isi buku yang mengupas tentang skandal politik dan ekonomi antara Canberra dan Jakarta dalam memanfaatkan kekayaan alam berupa migas di Laut Timor itu adalah sebuah fakta dan data tentang berbagai kejanggalan dalam perjanjian RI-Australia di Laut Timor yang sangat menguntungkan Australia.

 

Sementara 20 persen dari isi buku tersebut, ujarnya, merupakan improvisasi dari penulis yang juga adalah Direktur Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) tentang harapan-harapan yang ingin dicapai bangsa dan rakyat Indonesia dari kekayaan migas yang ada di Laut Timor.

 

Buku setebal 173 halaman yang terdiri dari 8 bab itu, prolognya digarap oleh Gubernur Piet A Tallo SH, kata pengantarnya dikupas mantan Presiden RI KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid, sementara epilognya ditulis DR Chandra Motik Yusuf, SH.MSc.

 

Gubernur Tallo dalam amanat singkatnya mengharapkan agar buku tersebut dijadikan sebagai salah satu referensi pemerintah dalam memahami tentang apa sesungguhnya yang terjadi di Laut Timor yang kaya dengan minyak dan gas bumi itu.

 

Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe juga mengatakan, secara kelembagaan, DPRD NTT akan menggunakan buku tersebut sebagai referensi untuk melakukan kajian yang lebih dalam lagi tentang berbagai hak dan kepentingan masyarakat NTT yang terabaikan di Laut Timor untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.

 

Menurut Tanoni, buku garapannya itu akan dikirim pula ke Sekjen PBB, Ban Kie Moon, Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd dan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.

 

"Dengan buku ini, kita harapkan bisa menggugah hati mereka untuk meninjau kembali seluruh perjanjian RI-Australia di Laut Timor yang sangat merugikan kepentingan nasional Indonesia," katanya dan menambahkan, buku tersebut akan beredar secara luas melalui toko buku pada akhir bulan ini. antara

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us