Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Thursday, March 21st 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Kasus Sarijaya, Nasabah Menuntut BEI Talangi Dana
March 12st 2009
 

JAKARTA-Setelah pekan lalu berunjuk rasa di Kantor Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), puluhan nasabah Sarijaya Permana Sekuritas mendatangi Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/3).

Mereka menuntut BEI menalangi dana nasabah yang diselewengkan oleh Komisaris Utama Sarijaya Permana Sekuritas Herman Ramli.

Koordinator nasabah Sarijaya Cabang Bogor, Teguh Hartono, mengatakan, selain Bapepam-LK, nasabah juga menilai bahwa BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga harus bertanggung jawab terhadap berbagai praktik kecurangan dan kejahatan di industri pasar modal.

Pasalnya, ketiga instansi itulah yang menyelenggarakan semua proses perdagangan saham di industri pasar modal Indonesia.

Sebagai penyelenggara, kata Teguh, ketiga instansi tersebut seharusnya dapat mengetahui berbagai pelanggaran sejak dini sehingga jumlah pihak yang dirugikan tidak terlalu banyak.

Namun, yang terjadi, kasus-kasus pelanggaran di pasar modal tidak pernah terdeteksi sejak awal sehingga jumlah kerugian yang diderita berbagai pihak cukup besar.

Kasus Sarijaya yang mencuat pada 6 Januari lalu merugikan lebih dari 7.000 nasabah dengan nilai kerugian sekitar Rp 245 miliar.

Herman Ramli sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka utama penyelewengan dana nasabah tersebut. Teguh menambahkan, otoritas bursa juga perlu menunjukkan rasa tanggung jawabnya karena sumber pemasukannya selama ini berasal dari transaksi jual beli saham yang dilakukan nasabah.

Setiap jual beli saham, investor akan dikenai biaya transaksi yang jumlahnya 0,25-0,35 persen dari total nilai saham yang diperjualbelikan.

Sebagian besar biaya transaksi itu akan menjadi pendapatan perusahaan sekuritas, sedangkan sebagian lagi menjadi bagian BEI, KPEI, dan pajak.

Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu mengatakan bahwa BEI, KSEI, dan KPEI tidak dapat memenuhi tuntutan nasabah karena sama sekali tidak diatur dalam peraturan dan undang-undang.

Menurut Guntur, penalangan dana nasabah hanya bisa dilakukan jika terjadi gagal bayar transaksi, bukan akibat tindakan kriminal.

Meski demikian, ujar Guntur, BEI, KPEI, dan KSEI tetap akan membantu percepatan penyelesaian kasus Sarijaya, khususnya pemindahan efek nasabah ke sekuritas lain.

Namun, untuk kasus penyelewengan dana nasabah yang merupakan tindak kriminal, sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian.

”Tentu kami akan tetap berupaya agar kasus Sarijaya ini cepat selesai. Namun, penyelesaiannya juga harus sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

Sumber : Kompas

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us