Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Thursday, March 21st 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Penjualan Saham KPC
March 16st 2009
 
JAKARTA-Tata Power langsung bereaksi. Perusahaan asal India ini membantah akan menjual 30 persen saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia kepada kepada PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Tata menegaskan, justru akuisisi KPC dan Arutmin merupakan bagian strategi agar bisnisnya tetap tumbuh. Maklum, KPC dan Arutmin memiliki nilai strategis bagi kelangsungan pembangkit listrik milik Tata di India.

Sebab, berdasarkan perjanjian jual beli KPC dan Arutmin dengan BUMI dua tahun lalu, Tata berhak membeli 10 juta metrik ton batu bara per tahun dari KPC dan Arutmin. Tata pun tidak memusingkan lagi pasokan batu bara bagi pembangkit listriknya.

Dengan alasan tersebut, Tata menyatakan tidak berniat menjual sahamnya di KPC dan Arutmin kepada BUMI ataupun pihak lainnya. "Kami menyangkal tegas rumor sehubungan kepemilikan saham kami di perusahaan tambang batu bara Indonesia, KPC dan Arutmin," ujar manajemen Tata Power lewat pernyataan tertulis kepada Bloomberg, kemarin.

Manajemen BUMI juga membantah kabar tersebut. Direktur Utama BUMI Ari Saptari Hudaya menyatakan, BUMI dan Tata memang belum bertemu dan membahas masalah ini. "Karena belum ada pembicaraan dengan Tata, maka saya belum bisa berkomentar," ujarnya kepada Kontan, kemarin.

Sebelumnya tersiar kabar bahwa Tata Power berniat melego kembali 30 persen saham KPC dan Arutmin yang dibelinya dari BUMI pada 2007 seharga 1,2 miliar dollar AS. Tata terpaksa melepas kepemilikan saham di KPC dan Arutmin karena kesulitan membayar utang. Untuk mengakuisisi KPC dan Arutmin, Tata berutang 850 juta dollar AS.

Berdasarkan kesepakatan akuisisi KPC dan Arutmin, BUMI mendapat penawaran pertama jika Tata ingin menjual saham di dua perusahaan tadi. Kabar yang sampai ke Kontan, Tata bahkan berniat menjual KPC dan Arutmin dengan diskon 50 persen dari harga pembelian yang mencapai 1,1 miliar dollar AS.

BUMI kabarnya menggandeng Northstar Pacific dan Credit Suisse untuk pembiayaan akuisisi tersebut. Tapi, "Maaf saya tak bisa berkomentar," kata Patrick Walujo, Direktur Northstar.


Sumber : KOMPAS
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us