Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Sunday, March 24th 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
MPR Sekarang Tak Berhak Lakukan Amandemen UUD
March 19th 2009
 

Jakarta ( Berita ) : Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode sekarang ini tak berhak dan tak mempunyai dasar hukum untuk melakukan amandemen V UUD 1945, karena MPR hasil reformasi berlainan dengan MPR yang dimaksud di dalam UUD 1945.

“MPR hasil reformasi jelas berbeda dengan MPR sesuai dengan UUD 1945, karena MPR reformasi diatur oleh UUD 2002 hasil amandemen konstitusi 1-IV yang inkonstitusional. MPR sekarang bukan lagi lembaga tertinggi negara, dan MPR reformasi bukan wakil dari seluruh rakyat Indonesia,” kata H.Amin Aryoso SH dan Prof.Dr.M. Ali selaku penandatangan “Petisi Kembali ke UUD’45′ di Jakarta, Kamis [19/03].

Mereka mengatakan, MPR sesuai UUD 1945 terdiri atas anggota DPR, utusan daerah dan utusan golongan, sehingga merupakan perwakilan seluruh rakyat Indonesia.

MPR sesuai UUD 1945 sebagai lembaga tertinggi mempunyai kekuasaan tertinggi. Karena itu, amandemen atau perubahan I-IV UUD 1945 inkonstitusional dan amandemen V UUD 1945 mendatang tidak bisa dilaksanakan, karena MPR reformasi tak berwenang membahasnya.

Baik Ali maupun Amin berpendapat, karena MPR reformasi berlainan dengan MPR sesuai UUD 1945, maka mereka tak berhak melakukan amandemen konstitusi, dan presiden disarankan untuk membatalkan amandemen-amandemen UUD yang telah dilakukan.

“Presiden sesuai sumpah jabatan pasal 9 konstitusi seyogianya mengeluarkan “maklumat” dan bertindak atas nama rakyat Indonesia membatalkan UUD hasil perubahan amandemen, sehingga secara otomatis konstitusi proklamasi/UUD 1945 berlaku kembali,” tegas mereka.

Jika presiden tak bersedia melakukannya, maka pemerintah hendaknya menyelenggarakan semacam musyawarah nasional rakyat Indonesia yang pesertanya terdiri wakil-wakil rakyat, kekuatan politik, dan wakil golongan fungsional sedangkan penyelenggaranya termasuk unsur-unsur rakyat, kekuatan politik, TNI dan Polri.

Petisi ‘Kembali ke UUD 1945′ ini diumumkan di Jakarta Kamis dan ditandatangani antara lain oleh budayawan Ridwan Saidi, Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Jenderal (purn) Soedibyo, Drs. Kwik Kian Gie, Prof. Nizam Jim Wiryawan, Prof.Hadori Yunus, Guruh Soekarnoputra, Amin Aryoso SH dan Djoko Poerwanto SH.

Sumber : beritasore.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us