Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Sunday, March 24th 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Pasokan Air Baku ke Jakarta Keruh
March 30th 2009
 

JAKARTA — Masih tingginya curah hujan membuat pasokan air ke Jakarta menjadi keruh. Tingginya kekeruhan air akibat lumpur dan limbah menyebabkan biaya pengolahan membengkak.

Menurut Direktur Utama PAM Jaya Hariadi Priyohutomo, Minggu (29/3) di Jakarta Pusat, tingginya tingkat kekeruhan memaksa kedua operator PAM Jaya, Palyja dan Aetra, untuk menggunakan asam sulfat dalam jumlah besar guna menjernihkan dan menetralkan air. Meskipun tak memengaruhi kualitas air bersih yang dihasilkan, penggunaan asam menyebabkan biaya produksi naik tajam.

Di sisi lain, banyaknya lumpur yang harus diendapkan juga menjadi masalah tersendiri. Seluruh lumpur dari instalasi pengolahan air bersih dibuang ke sungai dan menyebabkan pendangkalan.

Kepala Komunikasi PT Palyja Meyritha Maryanie mengatakan, pada Jumat dan Sabtu tingkat kekeruhan air mencapai 4.000 ntu. Tingkat kekeruhan air yang dapat diterima mencapai 1.000 ntu.

Hariadi mengatakan, kekeruhan air meningkat karena adanya tabrakan aliran air dari Waduk Jatiluhur dengan aliran Kali Bekasi. Akibatnya, air yang jernih dari Jatiluhur bercampur dengan air keruh dari Bekasi yang masuk ke jalur air baku PAM Jaya di Buaran, Jakarta Timur.

Dirut PT Aetra Syahril Japarin mengatakan, PAM Jaya, Pemprov DKI Jakarta, dan Departemen Pekerjaan Umum perlu membangun suatu jalur pipa khusus untuk mengirimkan air baku yang jernih dari Jatiluhur ke Jakarta. Dengan jalur pipa khusus, kualitas dan kuantitas air baku tetap terjamin setiap waktu.

Selain jaminan kualitas, jaminan kuantitas juga dibutuhkan karena pada musim kemarau pasokan air baku sering terhambat. Akibatnya, pelayanan air bersih bagi masyarakat juga terganggu.

Jakarta membutuhkan pasokan air baku sebesar 16.000 liter per detik dan terus meningkat setiap tahun. Jika kuantitas pasokan terganggu dan kualitasnya buruk sehingga sulit diolah, masyarakat Jakarta yang akan menanggung dampaknya,” kata Syahril.

Masalahnya, kata Hariadi, jarak antara Waduk Jatiluhur dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran adalah 70 kilometer. Untuk membangun pipa sejauh itu dibutuhkan dana sekitar Rp 2 triliun dan pemerintah belum sanggup membiayainya saat ini.

Namun, katanya, Bappenas sudah memasukkan rencana pembangunan IPA di Curug dan sambungan pipa sampai ke Jakarta. Pada 2009 studi rencana pembangunan IPA akan dilakukan pemerintah pusat. Rencana pembangunannya diharapkan selesai direalisasikan pada 2014.

Menurut Hariadi, jika jadi direalisasikan, pasokan air bersih ke Jakarta akan semakin terjamin kualitas dan kuantitasnya, baik pada musim hujan maupun kemarau. Namun, jika IPA dikelola swasta, pemerintah pusat harus berdialog dulu dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai tarif air yang akan dikenakan pada PAM Jaya. ”Jangan sampai tarif yang dikenakan oleh pengelola IPA di Curug lebih mahal daripada tarif air PAM Jaya yang dikenakan kepada masyarakat Jakarta,” katanya.

ECA
Sumber : Kompas Cetak

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us