Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Wednesday, January 23rd 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Asing Boleh Ikut Tender BWA Lewat Konsorsium
April 13rd 2009
 
Jakarta - Penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki asing, kini boleh ikut tender broadband wireless access (BWA) dengan membentuk perusahaan konsorsium.

Hal ini dimungkinkan mengingat Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) tengah merevisi salah satu diktum Kepmenkominfo No.4/2009 tentang kriteria calon peserta seleksi tender BWA.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan, tujuan awal perluasan kriteria ini untuk memberi kesempatan dan peluang kepada perusahaan penyelenggara layanan pita lebar nirkabel yang punya modal terbatas, atau sekedar ingin berbagi risiko, untuk bisa ikut serta dalam proses seleksi ini.

"Tidak menutup kemungkinan seandainya ada perkawinan antara perusahaan asing dengan lokal, asalkan keduanya memiliki izin penyelenggara jasa atau jaringan telekomunikasi" ungkapnya kepada detikINET, Senin (13/4/2009).

Dan ketika mereka bergabung membentuk perusahaan baru dan kemudian seandainya menang dan dapat izin prinsip, lanjut Gatot, kepemilikan saham asingnya saat legalitas di Departemen Hukum dan HAM tak boleh melebihi 49%. Hal ini sesuai Presiden (PP) No. 111/2007 tentang daftar negatif investasi (DNI) untuk penyelenggara jaringan tetap lokal.

"Kita tutup mata dengan kepemilikan saham perusahaan asal. Yang kami lihat hanya perusahaan barunya saja dimana end point pas diregistrasi Depkum HAM totally 49 persen," jelas Gatot lebih lanjut.
 
Pria jebolan UGM ini juga menegaskan, tak ada tekanan untuk memuluskan langkah asing untuk ikut menikmati bisnis BWA di pita 2,3 GHz karena tetap mengacu pada koridor hukum PP No. 77/20007 dan PP No. 111/20007. "Tidak ada tekanan sama sekali dari pihak manapun."

Indosat sebagai operator yang kini saham mayoritasnya dimiliki asing tentu paling senang mendengar kebijakan ini. Operator ini sebelumnya telah menyatakan berminat untuk ikut tender BWA.

Sementara, Excelcomindo Pratama (XL) yang juga mayoritas asing, sebelumnya mengaku tidak berminat karena mereka lebih memilih untuk mengembangkan jaringan pita lebar bergerak seluler 3G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE).

Para penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi asing ini memiliki waktu yang cukup untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan lokal dan membentuk konsorsium. Sebab, tendernya sendiri baru dibuka pertengahan Juni mendatang sejak pengumuman tendernya dibuka paling cepat 19 April ini.

sumber : detik.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us