Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Wednesday, January 23rd 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
RI Ingin Harga CPO-nya Bisa Jadi Harga Acuan Internasional
April 23rd 2009
 
Jakarta - Indonesia ingin menjadi negara acuan untuk penetapan harga CPO internasional. Ssebagai negara produsen dan eksportir CPO besar di dunia, harga Indonesia sudah layak untuk menjadi acuan.
 
Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (23/4/2009).
 
"Kita itu merupakan eksportir dan produsen CPO terbesar di dunia, jadi kita harus bisa menjadi acuan pricing harga CPO internasional bukannya Rotterdam, kita harus jadi leader," tandasnya.
 
Bayu mengatakan di Indonesia harga CPO berpatokan pada harga Belawan yang nilainya lebih rendah dibandingkan harga Rotterdam yang sudah dihitung ongkos transportasi.
 
"Ekspor CPO kita per tahun mencapai 15 juta ton, Malaysia masih di bawah itu. Karena itu kita harus jadi referensi harga," ujarnya.
 
Sebagai negara pengekspor 90% CPO di dunia maka Indonesia sangat berkeinginan menjadi penentu harga CPO internasional.
 
"Dalam waktu dekat kita akan ubah, pricing kita yang menentukan. Market dan trading Indonesia yang punya, itu tidak mudah karena negara lain akan bereaksi atas apa yang kita lakukan, kita harus mempunyai kemampuan untuk meng-counter itu," paparnya.
 
Dengan menjadi penentu harga, maka Indonesia tidak tergantung lagi pada orang lain dan dapat membangun industri CPO Indonesia sampai hilir.

"Yang penting lagi stabilitas dalam negeri untuk CPO dan minyak goreng, dengan kita menjadi referensi harga maka aspek spekulasi karena faktor eksternal bisa dikurangi," tukasnya.

Produksi 2 Kali Lipat

Produksi CPO Indonesia pada 10 tahun ke depan akan mencapai 50 juta ton atau naik dua kali lipat lebih dari total produksi CPO saat ini yang sebesar 20 juta ton.
 
"Dengan berbagai usaha peremajaan tanaman, dan juga pertanaman yang dilakukan petani, dalam 10 tahun produksi CPO bisa meningkat jadi 40-50 juta ton per tahun," jelasnya.
 
Bayu mengatakan, porsi produksi CPO dari petani akan meningkat pesat menjadi 25-30% dari total produksi tersebut, sementara dari PTPN (PT Perkebunan Nusantara) porsinya 20% dan 50% dari swasta baik lokal maupun asing.
 
"Peningkatan produksi itu bisa dicapai tanpa perlu memperluas lahan sawit secara besar-besaran. Saat ini total lahan sawit bisa mencapai 7 juta ha lebih," jelasnya.
 
Ia menambahkan, produksi sebesar 40-50 juta ton ini didapat utamanya dari Pulau Sumatera dan Kalimantan, tanpa memperhitungkan produksi dari Papua.
 
"Yang penting adalah bagaimana meningkatkan produktivitas lahan sawit kita, karena saat ini produktivitas kita masih kalah dari Malaysia. Kalau di Malaysia itu produktivitasnya 20 sampai 30% lebih tinggi dari kita," pungkasnya.


sumber: detik.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us