Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Wednesday, January 23rd 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Presiden Tandatangani PP Tunjangan Dosen
May 26rd 2009
 
Bandung - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pemberian tunjangan bagi para dosen, setelah sebelumnya pemerintah mengeluarkan PP sejenis yang mengatur tunjangan guru sebesar 100 persen dari gaji pokok setiap bulannya.

"Saya ingin memberi oleh-oleh atau kado. Kalau di waktu lalu sudah ada PP yang mengatur hak dan kewajiban guru, alhamdulillah saya telah menandatangani PP tentang Dosen," kata Presiden Yudhoyono dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2009 di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung, Bandung, Selasa.

Presiden menuturkan PP yang telah ditandatangani itu akan mengatur hak, kewajiban, serta tunjangan-tunjangan yang dapat diterima oleh para dosen.

Pengumuman tentang telah ditandatanganinya PP tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang kebanyakan para guru dan dosen.

"Sejalan dengan peningkatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan PNS dan dengan program-program pro rakyat, maka kesejahteraan untuk dosen, guru, dan maha guru dapat kita tingkatkan," kata Presiden.

PP tentang dosen tersebut selain mengatur tentang tunjangan profesi, tunjangan khusus, serta tunjangan kehormatan, juga mengatur kompetensi serta kemampuan yang harus dimiliki oleh para dosen.

Tunjangan profesi dapat diterima tidak hanya oleh dosen PNS yang diangkat oleh pemerintah, tetapi juga dosen swasta dengan pengalaman dan kompetensi tertentu.

Pada acara peringatan Hardiknas, Presiden Yudhoyono menceritakan pengalaman karier militernya yang lama dihabiskan untuk mengajar di sekolah militer sehingga ia mengaku tahu persis gaji para dosen yang relatif kecil.

"Saya bertugas 15 tahun di Bandung, tiga tahun mengajar, juga lima tahun menjadi dosen di Seskoad. Nasibnya sama saja. Jadi, syukuri saja semua itu dan yang penting tetap semangat dan berkemampuan lebih tinggi lagi agar anak didik setelah lulus lebih berkualitas," tuturnya.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Presiden mengingatkan, harus diperhatikan dua macam pendekatan, yaitu pendekatan visioner dan strategis serta operasional dan pragmatis.

"Semuanya penting untuk dijalankan. Upaya itu agar benar-benar pendidikan di Indonesia dapat terus ditingkatkan kualitasnya," ujarnya.

Presiden juga mengingatkan, untuk menjadi bangsa mandiri dan berdayasaing di abad 21, peran pendidik sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas.

"Untuk mencapai Indonesia seperti itu kita semua tahu bahwa pendidikan merupakan pilar utamanya, tiada lain adalah untuk membangun watak dan karakter bangsa," kata Presiden.

Sumber : ANTARAnews.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us