Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Wednesday, January 23rd 2019  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Komisi VIII Tunggu MUI Terkait Vaksin Meningitis
July 09rd 2009
 
Jakarta - Komisi VIII DPR RI akan menunggu penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berkunjung ke Arab Saudi, tentang penggunaan vaksin meningitis yang diduga mengandung enzim babi.

"Kita menunggu penjelasan MUI soal vaksin ini. Kalau sudah jelas apakah mengandung enzim babi atau tidak, baru diambil langkah selanjutnya," kata Ketua Komisi VIII DPR Hasrul Azwar, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, penjelasan MUI ditunggu karena lembaga tersebutlah yang berkompetensi mengeluarkan fatwa.

Hasrul mengatakan, apabila vaksin meningitis benar mengandung enzim babi, perlu kemudian dipikirkan apakah bisa dicari vaksin alternatif.

"Bisa saja pemerintah Arab Saudi tidak mengetahui kalau vaksin itu mengandung enzim babi. Karena itu kunjungan tim MUI ke sana amat penting," katanya.

Ia mengatakan, apabila sudah ada penjelasan dari MUI diharapkan masyarakat bisa lega.

"Kalau jelas halal atau haramnya, kita akan lega. Karena itu kita tunggu penjelasan MUI, setelah pulang dari Arab Saudi," katanya.

MUI pada pekan ini mengirimkan tim ke Arab Saudi untuk meminta pertimbangan dari ulama di negeri itu, mengenai kewajiban penggunaan vaksin meningitis yang diketahui mengandung enzim babi.

Ketua MUI KH Ma`ruf Amin mengatakan, sekembalinya dari Arab Saudi pada pertengahan Juli, pihaknya akan menentukan fatwa penggunaan vaksin meningitis yang sesuai dengan syariat Islam maupun kewajiban penggunaannya di Arab Saudi.

Tim MUI yang akan bertolak ke Arab Saudi itu antara lain Ketua MUI KH Amidhan, ketua Komisi Fatwa MUI Anwar Ibrahim, Wakil Sekretaris MUI Anwar Abbas, dan Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muhammad Nadratuzzaman Hosen.

Sekretaris MUI Ichwan Syam mengatakan, masalah vaksin itu penting dibahas dengan tokoh-tokoh Islam di Arab Saudi, karena terkait dengan jamaah haji yang selama ini diwajibkan mendapat vaksin itu, sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah.

Kasus vaksin meningitis berenzim babi awalnya ditemukan dari hasil penelitian Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika MUI Sumsel yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Hasil penelitian tersebut kemudian diekspose Ketua MUI Sumsel KH Sodikun, 24 April. Komisi Fatwa MUI Pusat kemudian mengeluarkan fatwa haram terhadap vaksin meningitis karena dalam proses pembuatannya memanfaatkan bahan haram, enzim babi.

sumber : Antaranews.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us