Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Saturday, November 18th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Kisruh di Balik Divestasi Saham Elnusa
July 23th 2009
 
Jakarta - Oknum PT Pertamina (Persero) diindikasikan sengaja melakukan kesimpangsiuran  informasi harga penawaran pada proses divestasi 37,15% saham PT Tri Daya Esta di PT Elnusa Tbk (ELSA). Langkah ini bertujuan agar Pertamina tidak membeli saham ELSA.

"Selama beberapa waktu sebelum akhirnya konsorsium Northstar-Saratoga ditetapkan sebagai preferred  bidder memang terjadi kesimpangsiuran informasi di pasar yang berasal dari Pertamina,” kata Executive Vice President sebuah Manajer Investasi, Budi Purwanto di Jakarta, Rabu (22/7).

Budi mengatakan, awalnya Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan telah menyiapkan dana US$ 92 juta untuk mengakuisisi saham Tri Daya di ELSA. Mengacu pada angka tersebut, Pertamina sanggup mengajukan harga penawaran hingga Rp 350 per saham. Namun kemudian muncul keraguan di pasar akibat tarik ulur antara jajaran direksi dan komisaris Pertamina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga penawaran yang diajukan Pertamina terus berubah-ubah, yaitu Rp 451, Rp 405, Rp 315, dan Rp 290. Bahkan sempat disebut-sebut Pertamina ingin menawar di bawah Rp 200. Budi mengatakan sebagai pihak yang berkepentingan sekaligus pemegang saham pengendali seharusnya Pertamina mengontrol pemberian informasi ke pasar karena bisa mempengaruhi kredibilitasnya.

JIka Pertamina tidak serius melakukan penawaran, jangan memberikan valuasi harga rendah karena itu merugikan Pertamina sebagai pemegang saham mayoritas dan investor publik yang telah membeli di harga IPO,” katanya.

Keluhan yang sama dinyatakan oleh Direktur Utama Dana Pensiun (Dapen) INTI Agus Baharuddin beberapa waktu yang lalu “Kalau memang tidak jadi membeli, seharusnya pihak Pertamina diam saja, jadi tidak memperkeruh pasar,” katanya. Akibat kesimpangsiuran informasi ini, selama satu bulan terakhir saham ELSA terus tertekan. Saham ELSA sempat mencapai harga tertinggi di Rp 420 pada 13 Mei 2009 dan 11 Juni 2009.

Kini ELSA terus berada pada kisaran Rp 300 – Rp 350 dengan volume transaksi yang jauh lebih rendah dari periode penguatannya antara Maret-Juni 2009. Sumber yang mengetahui transaksi tersebut mengatakan, oknum Pertamina yang sengaja menghembuskan isu bahwa Pertamina akan membeli di harga Rp 451 per saham sebenarnya dimaksudkan untuk membenturkan jajaran direksi Pertamina dengan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN).

Bahkan setelah Northstar-Saratoga menjadi preferred bidder pun, masih muncul isu-isu yang membingungkan dengan target mengganggu  transaksi. Sempat beredar info di pasar yang menyebutkan bahwa Northstar-Saratoga akan membayar dengan aset, bahkan dikabarkan Patrick Waluyo sebagai pemilik Northstar telah mundur dari  konsorsium yang semuanya sudah dibantah oleh pihak Northstar-Saratoga.

“Diduga sumber yang menyebabkan kekisruhan ini adalah orang dalam Pertamina, tentu ini sangat tidak etis. Hal ini akan sangat merugikan pemegang saham publik dan Pertamina sendiri,” kata sumber  tersebut.

Distorsi informasi oleh oknum inilah yang menyebabkan perbedaan pendapat di antara Meneg BUMN, direktur Pertamina dan komisaris Pertamina. Ada yang menyetujui akuisisi Elnusa oleh Pertamina, namun adapula yang menentang. Salah satu yang dikabarkan menolak keras adalah orang dalam Pertamina yang tidak ingin disebutkan namanya.  “Direksi Pertamina harus fokus pada rencana bisnis yang telah ditetapkan,” ungkap narasumber tersebut.


sumber : wartaone.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us