Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Sunday, November 19th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Kesaksian para petani melawan PT Arara Abadi
August 20th 2009
 

PALEMBANG - Para Petani Dusun Suluk Bongkal Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, dianggap menduduki lahan PT Arara Abadi. Jumlah petani yang didakwa berjumlah 75 (tujuh puluh lima) orang.

Tahanan, awalnya, memang 76 (tujuh puluh enam) orang, namun 1 (satu) orang bernama Piktorius Sitepu, mengalami gangguan jiwa. Saat ini yang bersangkutan berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Medan.

Proses persidangan para petani tersebut saat ini telah memasuki acara pledoi terdakwa dan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis adalah 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan.

Dakwaan yang sampaikan JPU menggunakan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 (sepuluh) tahun penjara.

Kesaksian ini dirangkum dari persidangan tanggal 5 Mei 2009 di Pengadilan Nerei Bengkalis.

Khalifah Ismail lahir dan dibesarkan di Dusun Suluk Bongkal. Sekarang ia diangkat oleh masyarakat sebagai Kepala Dusun Suluk Bongkal dan orang tuanya adalah Masyarakat Adat Asli Suku Sakai yang sudah menguasai hutan alam di Dusun Suluk Bongkal ratusan tahun lalu.

Dulu sewaktu kecil hingga dewasa, sehari-hari hidupnya dari hutan. Mereka berpindah-pindah, tapi tetap di sekitar dusun Suluk Bongkal. Mereka berpindah berladang setiap 5 (lima) atau 8 (delapan) tahun.

Mereka menandai tempat pemukiman mereka dengan adanya pohon Sialang. Pohon ini tempat lebah madu bersarang hingga berpuluh-puluh sarang. Mereka hidup dari bertanam ubi Manggalo (singkong beracun), menangkap Kancil, Pelanduk, Rusa, Kijang, Burung dan Ayam Hutan. Mereka mencari Damar, Rotan dan menangkap ikan di sungai yang ada di dusun Suluk Bongkal. Mereka menandai batas-batas wilayah mereka dengan sungai dan pohon-pohon besar.

Sejak masuk PT. Arara Abadi, hutan mereka hilang dan musnah dan berubah menjadi kebun akasia. Khalifah Ismail dan keluarganya kesulitan mencari makan. Mereka bertanam seadanya dari tanah yang di pekarangan rumah yang sempit, karena pekarangan rumah mereka sudah dikepung pohon akasia yang ditanam PT. Arara Abadi. Mereka tidak pernah diberikan bantuan apapun oleh perusahaan. Malah saat ini Khlifah Ismail takut kembali ke rumahnya dan takut kembali mengaji di Mushola dekat rumahnya.

Khalifah Ismail dan masyarakat mempunyai makam tua di dusun Suluk Bongkal, tempat orang tua mereka dimakamkan. Bpk Khalifah Ismail juga ingin dikubur di sana jika meninggal nanti.
Loceng, Ketua Adat Masyarakat Adat Suku Sakai Dusun Suluk Bongkal sekarang berumur 75 tahun, lahir di Dusun Suluk Bongkal, Desa Beringin, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Sejak lahir tinggal di Dusun Suluk Bongkal dengan orang tuanya.

Ia menghabiskan masa kecil, remaja, dewasa hingga berumah tangga tinggal di Dusun Suluk Bongkal. Dahulu hidup dengan cara berladang berpindah-pindah. Namun pindahnya di sekitar Dusun Suluk Bongkal saja, tidak keluar wilayah ke desa lain.

Dulu sebelum ada perusahaan PT. Arara Abadi di Dusun Suluk Bongkal, kehidupannya dan keluarga cukup aman dan damai. Ia dan keluarga menanam tanaman sayur, menangkap Kancil, Pelanduk, Kijang, burung dan ayam hutan.

Selain itu juga hidup dari mencari rotan dan dammar serta mencari lebah madu. Kehidupan Loceng berubah setelah adanya perusahaan PT. Arara Abadi, hutan ditebang dan dibabat serta diubah menjadi ladang pohon Akasia. Sehingga tidak ada lagi kancil, pelanduk, kijang, burung dan ayam hutan. Juga tidak ada lagi lebah madu karena tidak mau bersarang di pohon Akasia. 
Menurutnya ada kuburan tua di Dusun Suluk Bongkal.

Di sana dikubur orang tuanya. Ia mempunyai lahan seluas 1 (satu) pancang atau 2 (dua) hektar di lahan 500 hektar. Loceng mengetahui lahan 500 hektar adalah lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat adat Sakai Dusun Suluk Bongkal. Hal itu sesuai kesepakatan yang dibuat oleh Pihak PT. Arara Abadi dengan masyarakat adat Sakai. Ia menerangkan dulunya ada banyak pohon akasia di sekitar rumahnya. Lalu pohon Akasia itu dipanen dan ditebang oleh Perusahaan PT. Arara Abadi. Yang tinggal kini hanya tunggul-tunggul bekas pohon Akasia ditebang. Lahan itu adalah lahan 500 hektar. 

Ia mengenal Bongku, Juner, Alfian dan Syukur serta Pongah karena mereka juga asli Sakai. Rumah Loceng dengan rumah dan lahan Bongku, Juner dan Syukur berdekatan kira-kira berjarak sekitar 300 (tiga ratus) meter.

Rumah Loceng saat ini telah hancur dan rata dengan tanah karena peristiwa penggusuran pada tanggal 18 Desember 2008 yang lalu. Ia merasa takut pulang ke dusun Suluk Bongkal karena di sana saat ini banyak aparat Brimob dan satpam perusahaan. Ia ingin menghabiskan hari tuanya di kampung halamannya yaitu dusun Suluk Bongkal dan ingin dikubur di areal makam tua di dusun Suluk Bongkal, berdampingan dengan orang tuanya.

sumber : primair.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us