Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Monday, November 20th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Kekhawatiran karena Pengalaman
August 27th 2009
 

Jakarta - Sebagian masyarakat ada yang khawatir dengan kehadiran Rancangan Undang-Undang Rahasia Negara. Hal itu disebabkan ada pengalaman masa lalu yang meniadakan kebebasan pers dan tindakan represif dari penguasa terhadap kehidupan pers.

 Oleh sebab itu, sebagian warga menolak RUU Rahasia Negara. ”Wajar ada kekhawatiran karena pengalaman masa lalu yang tidak ada kebebasan pers. Ada kekhawatiran, jika RUU Rahasia Negara disahkan, kebebasan pers dan tindakan represif akan terjadi lagi,” kata Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Achmad Ramli kepada Kompas di Jakarta, Selasa (25/8).

 Namun, kata Achmad, dengan kondisi sekarang sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir dengan RUU Rahasia Negara yang masih dibahas DPR dan pemerintah. Apalagi, Indonesia perlu UU itu. ”Amerika Serikat (AS) yang ratusan tahun menerapkan demokrasi dan memiliki Freedom of Information Act (UU Kebebasan Informasi) juga memiliki Secrecy Act (UU Rahasia Publik),” ujarnya.

 Achmad meneruskan, ”Masyarakat tidak perlu takut mengingat ukuran apa saja yang termasuk rahasia negara diatur dalam Pasal 17 UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Yang dikecualikan, di antaranya, adalah informasi yang bisa membahayakan keamanan negara dan keselamatan negara serta intelijen dan lainnya.”

Secara terpisah, Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Theo L Sambuaga menyatakan, pembahasan RUU Rahasia Negara tetap akan dilanjutkan sesuai ketentuan. Rapat terus membahas daftar isian masalah. Pembahasan akan dilanjutkan pekan depan, mulai 2 September 2009.

Ada persoalan

 Achmad menyatakan, persoalan yang masih ada pada RUU Rahasia Negara adalah perihal retensi kapan suatu informasi dinyatakan sebagai rahasia negara atau menjadi rahasia yang terbuka. ”Apabila hal itu diatur, masyarakat justru akan memberikan kontribusi dalam penyusunan materi RUU Rahasia Negara,” lanjutnya.

 Achmad mengakui, materi RUU Rahasia Negara justru lebih longgar dibandingkan UU Rahasia Publik di AS. Pada UU Rahasia Publik AS, ada informasi yang dilindungi tanpa batas. Di RUU Rahasia Negara, informasi hanya dilindungi 30 tahun.


kompas.com
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us