Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Monday, November 20th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Demokratisasi Dipengaruhi Kultur
August 28th 2009
 

JAKARTA - Demokratisasi di Indonesia dipengaruhi kultur masyarakat, peran masyarakat sipil khususnya keagamaan, dan lembaga pendidikan. Masyarakat secara kultural sudah mempunyai nilai positif terhadap demokrasi, seperti musyawarah dan tradisi lokal rembuk desa.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Diaolgue and Cooperation among Civilizations Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (26/8), di sela-sela diskusi ”Education, Religion, and Prospects of Democratization” di Centre for Diaolgue and Cooperation among Civilizations.

”Masyarakat sudah punya lembaga permusyawaratan yang secara kultural hidup. Ini memang merupakan sesuatu yang khas Indonesia, di mana civil society keagamaan banyak mendorong demokratisasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Mu’ti, agama punya peranan penting di Indonesia sejak proses pembentukan negara Indonesia. Kondisi ini secara berkelanjutan berkembang dengan dinamika yang sangat bervariasi dari waktu ke waktu.

”Bahkan, berbagai penelitian yang dilakukan sejumlah peneliti asing, seperti Andrew McIntyre dan Douglas, menyebutkan, Muhammadiyah dan NU di Indonesia berperan dalam mendorong demokratisasi,” ujarnya.

Bahkan, secara internal, menurut Mu’ti, Muhammadiyah mendorong berkembangnya demokratisasi, misalnya dalam pemilihan pemimpinnya.

Prof Theodore Hanf dari Universitas Freiburg, Jerman, yang menjadi pembicara dalam diskusi itu mengatakan, pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong demokrasi di masyarakat.

”Dalam praktiknya, memang perlu dilihat lagi apakah pendidikan memengaruhi demokrasi atau sebaliknya demokrasi mampu mendorong terwujudnya pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks masyarakat Islam, menurut Theodore, saat ini mayoritas Muslim berada dalam rezim yang tidak demokrasi. Namun, demokrasi sesungguhnya tidak punya hambatan dengan Muslim.

”Demokrasi memang punya problem dengan Arab. Kenyataan memperlihatkan Muslim jauh lebih banyak yang tinggal di luar negara-negara Arab,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan menilai pendidikan dan semangat toleransi menjadi modal bagi bangsa untuk membangun demokrasi. Toleransi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mampu menjadi pemandu bagi masyarakat agar saling menghormati.

”Jadi, kita ini memang tidak ada masalah dengan demokrasi,” ujarnya.

Sumber : kompas.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us