Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Monday, November 20th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Hasil Bumi Minim
October 19th 2009
 

Padang - Pasokan hasil bumi dari daerah yang tertimpa bencana di wilayah Sumatera Barat masih sangat minim. Akibatnya, meski ada permintaan, hal itu tidak bisa dipenuhi para pengepul. Kemungkinan para petani masih mengurus sanak keluarga dan juga rumah yang rusak akibat gempa.

H Ujang, salah satu pengumpul hasil bumi di kawasan Padang Lama, Kota Padang, ditemui di gudangnya akhir pekan lalu, mengatakan, dirinya belum bisa mengirimkan hasil bumi ke Medan sebagai pasar utama di wilayah Sumatera.

”Tidak ada barang yang masuk. Mungkin karena para petani atau pemilik kebun masih mengurus dan memperbaiki rumahnya yang terkena gempa,” katanya.

Dia menuturkan, sebelum gempa, dirinya bisa memasok 10-15 ton hasil bumi setiap dua pekan sekali. Barang yang dikirimkan biasanya terdiri dari pinang, kayu manis, dan biji cokelat ke pasar di Medan. Hasil bumi tersebut nantinya akan diekspor ke negara-negara seperti Malaysia dan India melalui Pelabuhan Belawan.

”Tapi, sudah dua minggu terakhir ini sama sekali belum terkumpul barang-barang itu. Pinang pun belum banyak,” katanya.

Di kawasan Padang Lama, selain digunakan sebagai kawasan perdagangan hasil bumi, juga digunakan sebagai gudang semen dari beberapa perusahaan. Yang tampak dalam beberapa hari terakhir hanya kegiatan bongkar muat semen dan bahan bangunan lain di kawasan tersebut. Beberapa sopir truk pengangkut hasil bumi mengaku masih menunggu datangnya barang sebelum berangkat ke Medan.

Ujang mengaku dirinya bisa memberangkatkan setidaknya dua truk besar untuk mengangkut hasil bumi ke Medan. ”Tapi, sekarang sedang lesu. Tidak ada barang,” katanya.

Sabidin (30), salah satu pengumpul kayu manis di kawasan Malalak, Kabupaten Agam, mengatakan, sejak gempa terjadi hampir dua pekan lalu, tidak banyak petani atau pemilik kebun yang menyetor kepada dirinya. Di samping itu, hujan yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir membuat para pemilik kebun jarang melihat kebunnya pascagempa.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum gempa, setidaknya dia bisa mengirimkan kayu manis sekitar 200 kilogram ke pengumpul besar di wilayah Sicincin setiap pekan. Namun, sampai saat ini, katanya, dirinya baru mengirimkan satu kali saja. ”Ini baru akan dikirim. Jumlahnya pun tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Selain minimnya pasokan, harga yang rendah menjadi salah satu alasan petani atau pemilik kebun enggan menjual kayu manis ke pengepul. Saat ini, kata Sabidin, harga kayu manis di pasaran hanya Rp 4.000-Rp 6.000 per kilogram. Padahal, katanya, pohon kayu manis hanya bisa dipanen ketika sudah berusia 10-15 tahun.

”Hal ini membuat pengiriman agak seret. Para petani sudah mulai beralih ke tanaman cokelat,” tuturnya.

Sementara itu, penyaluran uang lauk-pauk kepada korban gempa di Sumatera Barat hingga hari ke-18 sejak bencana gempa bumi terjadi belum dapat dilaksanakan. Masalah verifikasi data masih menjadi tahapan yang belum tuntas hingga saat ini.

Verifikasi ulang tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kekacauan dalam pengalokasian dana bantuan yang besarnya Rp 5.000 per orang tersebut.

Verifikasi data pun juga tak mudah bagi aparat di kecamatan dan nagari. Umumnya mereka memiliki keterbatasan staf, baik dari segi jumlah maupun kemampuan. Di Padang Pariaman terdapat 366 korong dan 66 nagari. Di tiap nagari dan korong hanya ada satu petugas yang merupakan staf pegawai. Padahal, jumlah rumah yang rusak di tiap korong mencapai ratusan hingga ribuan.

(kompas)

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us