Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Saturday, November 18th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
PT Garuda Top Plasindo Menangkan Hak Cipta Logo ‘Plus’
November 16th 2009
 

Majelis hakim menilai Sambudi Ongko lebih dulu mengumumkan ciptaan seni logo ‘Plus’ dibandingkan Usman Joko. Karena itu ia terbukti sebagai pencipta.

Sengketa perebutan logo ‘Plus’ akhirnya tuntas sudah. Majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan Direktur PT Garuda Top Plasindo, Sambudi Ongko sebagai pencipta logo tersebut. Seni logo Plus itu untuk produk-produk cakram optik (CD-R dan DVD-R) dengan Merek GT-PRO dan Logo. Putusan itu sekaligus membantah bahwa Usman Joko sebagai pencipta pertama logo Plus pada CD-R dan DVD-R bermerek Printech.

Majelis hakim menilai Sambudi lebih dulu mengumumkan hasil ciptaan logo Plus dibandingkan dengan Usman Joko. “Penggugat secara hukum adalah sebagai pencipta seni Logo “Plus” dan berhak atas hak cipta,” ujar ketua majelis hakim, Sugeng Riyono, saat membacakan putusan Senin (16/11) kemarin.

 

Pendaftaran hak cipta seni logo Plus oleh Usman dinilai dilandasi itikad tidak baik. Dengan begitu, majelis hakim yang beranggotakan Maryana dan Syarifudin memutuskan membatalkan pendaftaran hak cipta seni logo Plus milik Usman.

 

Perkara ini bergulir ketika Sambudi mengajukan gugatan pembatalan logo Plus milik Usman pada 18 Agustus 2008 lalu. Sambudi sendiri memiliki logo Plus yang mirip dengan logo Usman. Logo Sambudi berbentuk simbol Plus yang dibubuhi kata ‘Plus’ di tengah logo. Senada dengan itu, logo Usman berbentuk simbol Plus yang ditambah dengan lingkaran yang melingkari simbol itu. Dalam persidangan, Sambudi dan Usman sama-sama mengklaim pencipta logo itu.

 

Permohonan pendaftaran logo milik Sambudi baru diajukan ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual pada Agustus 2007 dengan nomor pendaftaran 035048. Sedangkan merek “GT-PRO dan Lukisan Logo Plus” sendiri sudah terdattar dalam daftar umum merek di kelas 09 dengan register No. IDM0000186178.

 

Sementara, Usman mendaftarkan logo Plus lebih dulu, tepatnya 1 April 2006. Logo itu lalu tercatat dalam Daftar Umum Ciptaan No. 034487 sebagaimana dalam petikan sertifikat hak cipta No. HKI.2.01.01-17. Produknya pun sama-sama cakram optik bermerek Printech produksi PT Oji Printech Indonesia.

 

Majelis hakim menyatakan Indonesia menganut sistem pendaftaran deklaratif. Artinya, sertifikat pendaftaran hak cipta bukanlah alat bukti satu-satunya. Sertifikat dapat dibatalkan pengadilan apabila ada pihak lain yang dapat membuktikan sebaliknya. Hal itu sesuai dengan Pasal 42 jo Pasal 2 UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

 

Hal senada juga diungkapkan Ernawati Yunus saat memberikan keterangan ahli di persidangan. Ernawati menyatakan pendaftaran hak cipta tidak mensahkan suatu ciptaan. Di Indonesia siapa yang mengumumkan dan memperbanyak ciptaan pertama kali, maka hasil karyanya langsung terlindungi. Untuk mengukur originalitas ciptaan dapat dllihat dari kapan ciptaan diperoleh dan merupakan hasil ciptaan sendiri, tidak mencontek ciptaan orang lain. Selain itu dapat diukur dari siapa yang lebih dahulu memproduksi dan memasarkan ciptaan itu.

 

Dalam perkara No.54/HakCipta/ 2009/PN.Niaga.Jkt.Pst ini, Sambudi mengumumkan hasil ciptaannya pada 20 Juli 2002 di Surabaya. Sementara, Usman baru mengumumkan pada tanggal 20 April 2006 di Jakarta.

 

Sebelumnya, Usman mengkaim telah memasarkan produk CD-R dan DVD-R dengan logo Plus bermerek Printech sejak 2000. Salah satu buktinya berupa invoice pemesanan CD-R Blanko dari Guangzhou pada 2000. Namun, majelis hakim menilai hal itu tidak menjelaskan adanya seni logo Plus yang menjadi pokok persengketaan.

 

Lagipula itu bertentangan dengan sertifikat pendaftaran merek Printech sendiri. Sebab, sertifikat tidak mencantumkan adanya seni logo Plus. “Dengan demikian secara hukum bukti tergugat tidak berkaitan dengan pengungkapan atau diumumkannya seni logo Plus yang digunakan tergugat,” kata majelis hakim.

 

Sumber: hukumonline

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us