Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Monday, November 20th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
TPI Pailit Gara-gara "Markus"
November 24th 2009
 

JAKARTA - Direktur Utama PT Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) Sang Nyoman Suwisma, Senin, menyatakan dugaannya bahwa pemailitan perusahaannya adalah hasil permainan makelar kasus (markus).

"Sejak awal aroma adanya peran "markus" yang menunggangi kasus pemailitan TPI ini sudah dirasakan pihak manajemen TPI, mulai dari putusan pailit oleh Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat hingga masalah profesionalisme kurator," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Kasus berawal dari 14 Oktobeer 2009 saat majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta yang dipimpin Maryana, memutus pailit PT TPI, setelah permohonan pailit yang diajukan Crown Capital Global Limited (CCGL).

Untuk itu, manajemen TPI telah melaporkan para hakim tersebut ke Komisi Yudisial (KY) karena dianggap ada beberapa kejanggalan saat majelis hakim memutuskan perkara pailit TPI.

"Kami sudah melaporkan ke KY Senin lalu," katanya.

Ia menjelaskan salah satu kejanggalan dalam putusan tersebut, yakni, Asian Venture Limited (AVL) yang sudah tidak memiliki tagihan kepada APL.

"Tetapi tetap saja (usulan pailit itu) diterima majelis hakim di Pengadilan Niaga pimpinan Maryana sebagai salah satu kreditor. Begitu rumitnya masalah utang TPI, tetapi dianggap oleh Majelis Hakim sebagai permasalahan utang yang sederhana, sehingga masuk dalam ranah Pengadilan Niaga untuk pailit," katanya.

Kejanggalan lainnya, adalah terburu-burunya majelis hakim memutuskan di mana pihak pemailit (CCGL) memberikan datanya diakhir-akhir persidangan, sementara pihak TPI tidak diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas bukti baru yang diberikan.

"Selain itu, sebelumnya manajemen pun meminta sekaligus mengajukan permohonan ke hakim pengawas untuk mengganti para kurator yang bertugas saat ini (William Edward Daniel dan Safitri Hariyani) pada 6 November 2009.

Sayangnya, entah kenapa hingga saat ini belum ada keputusan ihwal penggantian kurator itu sebab permintaan penggantian kurator merupakan hak debitor," katanya.

Kasus tersebut berawal pada 1993 saat ditandatanganinya perjanjian utang piutang antara TPI dengan Brunei Investment Agency (BIA) sebesar 50 juta dollar AS.

Setelah utang itu dilunasi TPI, aroma konpirasi mulai tercium, pada 2004 diketahui bahwa dokumen surat utang yang sudah dilunasi TPI ternyata diperjualbelikan dari Filago Ltd kepada Crown Capital Global Limite (CCGL) tertanggal 27 Desember 2004.

Majelis hakim kemudian memutus pailit PT TPI pada 14 Oktober 2009 atas permohonan Crown Capital Global Limited (CCGL).

Sumber : kompas.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us