Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Saturday, November 18th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Menkeu: Penetapan Century Sebagai Bank Gagal Sesuai Kriteria
November 24th 2009
 

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merupakan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) bersikukuh penetapan Bank Century sebagai bank gagal sehingga harus diselamatkan oleh LPS sudah memenuhi berbagai kriteria yang terukur.

Sri Mulyani menjelaskan, audit terhadap akuntabilitas suatu kebijakan atau tindakan adalah memeriksa apakah tindakan yang diambil pemerintah mematuhi syarat-syarat:

  1. Apakah azas kesesuaian peraturan perundangan dipenuhi.
  2. Apakah azas kewenangan yang sah ada bagi pada pejabat dalam menentukan kebijakan dan keputusan
  3. Apakah keputusan memiliki azas tujuan yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Menurut Sri Mulyani saat penetapan Bank Century sebagai bank gagal pada 20-21 November 2008, KSSK telah memenuhi dan mematuhi ketiga persyaratan tersebut. Sri Mulyani menegaskan, informasi yang dipakai KSSK cukup lengkap dan telah memadai sebagai dasar penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Seluruh data yang bersifat makro tersebut sesuai dengan Perpu JPSK telah memenuhi syarat untuk dilakukan rapat KSSK yang ditetapkan sesuai keputusan KSSK 03./KSSK.01/2008 yaitu tentang mekanisme rapat KSSK. Data dan analisa per 31 Oktober 2008 tersebut yang diterima dari BI pada 20 November 2008 telah cukup memadai dalam menggambarkan kondisi BC yang membuat BI menetapkan bank gagal berdampak sistemik," urainya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/11/2009).

Sri Mulyani menjelaskan, penetapan dampak sistemik BC telah mengunakan informasi, analisa, informasi dan metodologi baik yang kualitatif maupun kuantitiatif termasuk penggunaan judgement, dalam hal ini tidak sama sekali memiliki konotasi yang negatif.

"Sebab artinya tak lain pembuat kebijakan dalam hal ini menkeu dan gubernur BI mempertimbangkan dengan menggunakan akal sehat semua data dan informasi yang tersedia secara memadai," tambahnya.

Penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik juga tak lepas dari kondisi pasar global yang sedang mengalami krisis. 

"Penutupan BC dipastikan dalam suitausi tersebut berdasar data, faktam informasi dan analisa serta metodologi yang digunakan maka sesuai dengan akal sehat dan judgement, dia dapat menimbulkan apa yang disebut efek berantai," imbuh Sri Mulyani.

Ia kembali mengungkapkan, ketika itu terdapat 23 bank yang setara atau lebih kecil dari BC dan BPR yang memiliki masalah likuiditas dan masalah lain yang kurang lebih sama dengan BC.

"Dengan demikian masalahnya tidak hanya membuka atau menutup BC, tapi juga efek domino pada 23 bank lain dan kemudian diperkirakan potensinya terhadap sistem perbankan," tegas Sri Mulyani.

Sumber : detik.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us