Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Saturday, November 18th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Menkeu Yakin Penyelamatan Bank Century Sudah Sesuai Prosedur
November 25th 2009
 

“Tidak ada yang bisa menjamin tidak akan terjadi krisis saat itu dan ada 23 bank dan beberapa Bank Perkreditan Rakyat, yang bisa kena dampaknya jika Bank Century tidak diselamatkan,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

 “Jika ada sebuah rumah yang anda sangat benci pemiliknya, kemudian terbakar dan kebakaran itu berpotensi untuk menjalar pada kampung dan rumah sekitarnya, seberapapun kita kesal terhadap si pemilik rumah, kita tidak mungkin membiarkan rumah tersebut terbakar, dan anda tidak bisa menjamin apinya tidak menjalar pada rumah sekitarnya, begitu juga dengan penyelamatan Bank Century”. Inilah perumpamaan yang diungkapan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada wartawan saat jumpa pers terkait dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Selasa (24/11) di kantor Departemen Keuangan.

Seperti janjinya  kepada wartawan, Menteri Keuangan, pejabat Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akhirnya memberikan tanggapan atas hasil audit BPK yang telah diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Dengan alasan berdampak sistemik terhadap sistem perbankan dan perekonomian Indonesia, ketiga lembaga tersebut tetap mempertahankan pendapatnya bahwa penyelamatan Bank Century sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memang membutuhkan pertolongan yang sangat cepat, karena dapat berindikasi terjadinya krisis.

 

Belajar dari pengalaman Indonesia yang terjadi pada tahun 1997-1998, dimana ada suatu ketidakpercayaan publik kepada bank, sehingga menarik dananya secara besar-besaran dan menimbulkan krisis keuangan dan perbankan saat itu. Hal inilah yang ditakut oleh Sri Mulyani dan Darmin Nasution Gubernur BI.

 

“Tidak ada yang bisa menjamin tidak akan terjadi krisis saat itu dan ada 23 bank dan beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang bisa kena dampaknya jika Bank Century tidak diselamatkan. Silahkan aparat penegakan hukum menginvestigasi apakah pemilik rumah melakukan tindakan membakar rumahnya sendiri, tapi tugas kami Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) adalah mencegah supaya jangan kebakaran pada rumah disekitarnya terjadi,” tutur Sri Mulyani menjelaskan perumpamaan yang diberinya.

 

Selama proses audit investigasi, Darmin Nasution mengaku telah bersikap kooperatif dan terbuka dalam mendukung kelancaran audit dengan memberikan seluruh data dan informasi yang diperlukan. Namun, BI sangat menyayangkan bahwa hasil audit belum sepenuhnya menggambarkan fakta dan permasalahan yang sesungguhnya sebagai mana respon yang telah disampaikan BI kepada BPK, salah satunya adalah pertimbangan kondisi krisis global dan dampak pada perekonomian Indonesia yang melatarbelakangi penyelamatan Bank Century tidak tampak dalam laporan audit tersebut.

 

Dalamnya ancaman dan ketidakpercayaan yang tinggi terkait dampak krisis keuangan global terhadap perekonomian nasional, telah menuntut pemerintah untuk menempuh langkah hukum yang mendesak yaitu dengan menerbitkan Perppu sebagai dasar bagi pengambil kebijkaan sektor keuangan oleh Pemerintah dan BI. “Oleh karena itu, penyelamatan Bank Century harus dilihat dalam konteks penyelamatan sistem keuangan, perbankan dan perekonomian secara keseluruhan yang pada periode tersebut diambang krisis”, tutur Darmin

 

Masih menurut Darmin, keputusan penutupan Bank Century berpotensi menimbulkan dampak sistemik  dilihat dari jalur-jalur sebagai berikut. Pertama, melalui sistem pembayaran. Apabila bank ini ditutup dikahwatirkan akan menyebabkan terjadinya rush pada peer banks dan bank-bank yang lebih kecil, sehingga akan mengganggu kelancaran sistem pembayaran.

 

Kedua, melalui pasar keuangan. Penutupan bank ini dinilai akan menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan terutama dalam kondisi pasar yang sangat rentan terhadap berita-berita yang dapat merusak kepercayaan terhadap pasar keuangan. Ketiga, melalui psikologi pasar, kegagalan bank ini dapat menambah ketidakpastian pada pasar dosmetik yang dapat berakibat fatal pada psikologi pasar yang sedang sensitif. Ketiga jalur pertama ini termaksud dalam medium to high impact.

 

Keempat, melalui lembaga keuangan. Menurut Darmin, secara institusi, penutupan bank ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor perbankan, karena pangsanya terhadap industri yang tidak terlalu besar. Jalur keempat ini masuk dalam low to merium impact dan kelima melalui sektor keuangan. Karena peranannya pada pemberian kredit terhadap sektor riil tidak signifikan, maka kegagalan bank ini memiliki dampak relatif terbatas terhadap sektor riil.

 

Dari analisis tersebut, Darmin menilai permasalahan pada Bank Century berpotensi menimbulkan dampak sistemik terutama melalui jalur psikologi pasar, sistem pembayaran dan pasar keuangan. Kondisi Bank Century telah memicu rumor yang menurunkan kepercayaan masyarakat serta menggangu kinerja bank-bank lainnya. “Walaupun gangguan atau shock di sektor keuangan atau perbankan masih bersifat sporadis, pada saat yang bersamaan terdapat 223 bank dan beberapa BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang kondisi likuiditasnya sangat rentan terhadap adanya isu tersebut, dikhawartirkan askalasi permasalahan menjadi lebih cepat dan berpotensi menjalar ke bank-bank lainnya.”

 

Darmin juga memberi tanggapan terkait dengan penghitungan biaya penyelamatan Bank Century. Menurutnya, keputusan penyelamatan Bank Century tidak didasarkan oleh besarnya biaya penyelamatan, tetapi atas dasar penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (1) b UU No. 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan.

 

Agar CAR-nya Mencapai 8 Persen

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito, juga berpendapat perhitungan dan penetapan biaya penanganan yang merupakan Penyertaan Modal Sementara (PMS) dalam penanganan Bank Century, sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, seluruh penyertaan modal sementara LPS pada Bank Century merupakan satu kesatuan biaya penyelamatan untuk memeruhi tingkat kesehatan bank. Total PMS sebesar Rp6,7 triliun pada dasarnya digunakan untuk menaikkan nilai kecukupan modal (CAR) Bank Century menjadi 8 persen.

 

Terkait dengan perubahan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 5/PLPS/2006 dengan PLPS Nomor 3/PLPS/2008, dilakukan dalam rangka harmonisasi pengaturan agar sesuai dengan mandat Pasal 33 dan 41 UU LPS serta pasal 29 Undang-Undang Perbankan. Dalam PLPS Nomor 5/PLPS/2006 diatur bahwa tambahan PMS semata-mata ditujukan untuk menaikkan tingkat solvabilitas, sedangkan Pasal 33 dan 41 UU LPS diatur bahwa tambahan PMS digunakan untuk menaikkan modal disetor bank sehingga bank memenuhi ketentuan tingkat kesehatan sebagaimana yang diatur dalam UU Perbankan, yang meliputi aspek permodalan, likuiditas, kualitas, aset, rentabilitas, manajemen dan sensitivitas terhadap resiko pasar.


Hukumonline.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us