Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Saturday, November 18th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Pabrik Es Krim Dimohonkan Pailit
November 25th 2009
 

Gara-gara tak kunjung melunasi utang atas pembangunan gudang pendingin, produsen es krim Diamond digugat oleh PT Satyamitra Surya Perkara, kontraktor yang membangun gudang tersebut.

PT Satyamitra Surya Perkasa mengajukan permohonan pailit terhadap PT Diamond Cold Storage. Perusahaan kontraktor itu meradang lantaran  PT Diamond tak jua melunasi utang atas pembangunan gudang pendingin. Gedung yang terletak di Jl. Halmahera, MM2100 Cibitung itu merupakan tempat produksi PT Diamond, produsen es krim terkemuka.

Majelis hakim yang diketuai Syarifuddin menggelar persidangan perdana perkara No. 65/Pailit/2009/PN. Niaga.JKT.PST itu Selasa (24/11). Permohonan paiit sendiri diajukan pada 12 November 2009 melalui kuasa hukumnya Rudhy A. Lontoh dan Edward N. Lontoh dari Lontoh & Partners Law Office.

Dari dokumen yang diperoleh hukumonline, hubungan utang piutang timbul dari perjanjian Contract for Civil Works, Concrete Works, Finishing Works, Mecanical and Electrobical Works to the Proposed Manufacturing Fasility at Blok EE-2g Jl. Halmahera, MM2100 Cibitung for PT Diamond. Perjanjian itu dibuat 30 April 2007. Kemudian ditandatangani pada 2 Mei 2007.

Berdasarkan perjanjian pekerjaan itu dilakukan sesuai gambar dan spesifikasi perencanaan pabrik dari pihak Austin South East Asia Pty Ltd. Pekerjaan juga dilakukan atas arahan pimpinan proyek (pimpro), Steve Belncowe. Pimpro juga bisa menginstruksikan PT Satyamitra untuk melakukan pekerjaan tambahan.

PT Saytamitra sudah melaksanakan pekerjaan sesuai perjanjian. Namun PT Diamond belum melunasi seluruh pekerjaan sebesar Rp3,560 miliar yang jatuh tempo lebih dari satu tahun lalu. Yakni, kekurangan pembayaran atas perjanjian sebesar Rp766,144 juta dan pekerjaan tambahan Rp2,794 miliar. PT Satyamitra berulang kali mensomasi PT Diamond baik lisan maupun tertulis, terakhir kali pada 4 Novmber 2009.

Selama melaksanakan pekerjaan, PT Satyamitra baru menerima pembayaran atas perjanjian dari PT Diamond sebesar Rp27,637 miliar. Sementara, pembayaran pekerjaan tambahan Rp4,489 miliar.

PT Diamond tidak jua melunasi utangnya meski PT Satyamitra telah mengajukan tuntutan pembayaran dengan melampirkan seluruh dokumen pendukung. Antara lain kwitansi pembayaran, invoice, faktur pajak standar, berita acara kemajuan pekerjaan yang telah disetujui ditandatangani oleh Steve Belncowe.

Dalam permohonannya, PT Satyamitra mengajukan PT Incomex Intra sebagai kreditur lain. Tak jelas berapa tagihan PT Incomex pada PT Diamond. Meski begitu, kuasa hukum PT Satyamitra menyatakan permohonan telah sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Kuasa hukum PT Diamond, Rico Pandeirot, mengakui kliennya belum membayarkan tagihan sepenuhnya. Hanya, bukannya lantaran PT Diamond tidak mampu, melainkan disebabkan PT Satyamitra belum tuntas melaksanakan pekerjaan. “Masih banyak yang kerusakan makanya pembayarannya kita hold. Kalau sudah selesai kita akan bayar,” kata Rico.

Rico menyatakan PT Diamond bahkan berani menyimpan dana Rp3 miliar di bank garansi untuk menjamin pembayaran. Asalkan ada konsultan independen yang yang menyatakan bahwa pekerjaan selesai dan tidak ada cacat.

Menurut pengacara dari OCK & Associates itu, seharusnya PT Satyamitra melayangkan gugatan wanprestasi ke pengadilan atau arbitrase. Untuk membuktikan berapa biaya yang belum dibayar dan mengukur volume pekerjaan yang sudah atau belum dikerjakan. Hingga saat ini, para pihak juga belum sepakat soal utang, sehingga pembuktian pailit tidak sederhana. “Tidak lewat kepailitan. Kami bukan perusahaan yang tidak mampu bayar. Kami perusahaan sehat,” ujar Rico.

sumber: hukumonline

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us