Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Monday, November 20th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Pemisahan PT KA Gagal
November 30th 2009
 

Jakarta - Pemisahan PT Kereta Api Commuter Jabodetabek dari perusahaan induknya, PT Kereta Api, dinilai gagal karena tidak membuat kualitas pelayanan meningkat. Perjalanan kereta api masih sering terlambat dan jumlah kereta pada jam-jam sibuk masih kurang.

Pendapat itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo, Senin (30/11) di Jakarta. ”Perjalanan kereta rel listrik (KRL) masih terganggu karena ada masalah dalam soal sinyal,” ujarnya.

Akibat gangguan sinyal antara Stasiun Pasar Minggu dan Maggarai, menurut Koordinator KRL Mania Agus Aimansyah, ratusan penumpang terlambat menuju tempat kerja. ”Tidak hanya itu, KA 521 mogok di Stasiun Cilebut dan KA 519 berjalan hanya dengan satu set. Untuk kesekian kalinya, penumpang KA menderita,” kata Agus.

Oleh karena itu, lanjut Sudaryatmo, Direktorat Jenderal Perkeretaapian secepatnya membuat regulasi tentang tingkat mutu pelayanan KRL. ”Harusnya, dalam aturan tentang subsidi yang dikenal dengan public service obligation diatur, bila ada gangguan pada perjalanan KRL, yang diberi kompensasi adalah konsumen,” katanya.

Dalam kontrak antara Ditjen Perkeretaapian Dephub dan PT KA sebenarnya telah diatur tentang keterlambatan perjalanan KA, termasuk frekuensi KA yang harus dilayani. Namun, untuk keterlambatan dan gangguan perjalanan kompensasi tidak diberikan ke konsumen, tetapi hanya pemotongan nilai subsidi.

Seharusnya, kata Agus dan Sudaryatmo, kompensasi diberikan ke konsumen, terutama yang membeli tiket langganan berjangka (abonemen) sebulan sekali. ”Bila ada keterlambatan, tak pernah ada kompensasi bagi konsumen abonemen,” kata Agus.

Menanggapi masalah pelayanan, Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Syaheran mengatakan, persoalan operasional KRL di Jabodetabek sudah sistemik. ”Masalahnya kompleks dan harus diurai. Namun, kami tetap kerja keras, salah satunya mempersiapkan sumber daya manusianya,” ujar Makmur.

Menurut Makmur, pemisahan (spin off) PT KCJ telah tepat. Masalahnya, hak-hak PT KCJ terhadap pengelolaan operasional KRL belum ideal.

Untuk itu, menurut pengamat KA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufik Hidayat, kewenangan PT KCJ harus diperluas. ”Untuk apa dijadikan anak perusahaan bila kewenangannya lebih sempit dari Divisi Jabodetabek dulu. Idealnya, operasional dan pemeliharaan sarana dipegang KCJ,” ujarnya.

PT KCJ harus diberi kesempatan berkembang, yaitu dengan diberi otonomi, terlepas dari PT KA. ”Mungkin dengan diberikan keleluasaan, akan ada penyertaan modal dari pihak lain,” ujarnya.

Pemberian otonomi lebih luas akan membuat pemeliharaan sarana KRL lebih baik. ”Bila struktur organisasinya ringkas, membuka peluang inovasi pemeliharaan, dan pengaturan logistik lebih baik,” katanya.

sumber : kompas.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us