Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Monday, November 20th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Dituduh Selewengkan Wewenang, Carrefour Pecat Karyawannya
December 01th 2009
 

Perusahaan telah menuduh Marlina mengangkat dan memakai sepatu Reebok tanpa izin. Namun Marlina membantahnya dan tuduhan itu pun belum terbukti.

 

Dituduh menyalahgunakan wewenang, PT Carrefour Indonesia pecat seorang karyawannya. Nasib ini menimpa Marlina Adelina, Sales Manager Divisi Textile di Carrefour cabang MT Haryono yang sudah 10 tahun bekerja di perusahaan itu. Lantaran tak terima anjuran Disnakertrans DKI Jakarta yang memerintahkan membayar pesangon sebesar dua kali Pasal 156 UU Ketenagakerjaan, Carrefour menggugat Marlina ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk memperoleh penetapan PHK.

 

“Kita gugat PHK, meski awalnya kita mencari jalan damai. Kita sudah menawarkan pesangon (Rp53,6 juta), tetapi pekerjanya gak mau,” kata Industrial Relations Manager Carrefour Indonesia, Dede Syaifur Rahman kepada hukumonline, Selasa (24/11).            

 

Ia menjelaskan semuanya berawal ketika Marlina menjadi salah satu anggota tim aerobic saat acara Carrefour Sport Day. Acara itu adalah pentas beberapa cabang olah raga antar toko dan setiap tim aerobic mendapat kostum dan sepatu seharga Rp50 ribu.

 

Dede menuturkan, sesuai pengakuan Indra selaku Sales Manager Produk Sepatu Carrefour dalam surat pernyataannya, sebelum hari lomba Marlina dan beberapa rekannya mendatangi Indra dengan maksud meminjam sepatu untuk keperluan pertandingan. Namun, sepatu yang digunakan Marlina bukan sepatu yang disiapkan perusahaan, melainkan sepatu merek Reebok yang harganya Rp399 ribu. Meski sempat ada penolakan, Marlina tetap membawa sepatu itu.

 

Hal itu pun dibenarkan Novana, asisten personalia, yang mengaku pernah diminta membawa baju, rok, dan 5 pasang sepatu Reebok bertuliskan “Titipan Ibu Marlina.” Akhirnya, pada 20-21 November 2008 Marlina dan rekannya membayar sepatu yang mereka pakai tanpa izin akibat adanya tekanan dari serikat pekerja dan supplier SPM PT Mitra Adi Perkasa, yang bertanggung jawab atas sepatu itu.

 

Namun, pada Desember 2008 terjadi proses refund (pengembalian barang) melalui customer service terhadap struk pembelian sepatu hasil transaksi pada 20-21 November. Meski sebelumnya pernah dicegah dan dilarang bahwa sepatu itu tak boleh di-return oleh Kepala Kasir Carrefour cabang MT Haryono, Neneng.

 

Menurut Dede tindakan Marlina selain melanggar Charter of Ethics (dasar-dasar etika Carrefour), juga melanggar Peraturan Perusahaan (PP) periode 2008-2010 yang dapat dikenai sanksi PHK lantaran menyalahgunakan kedudukannya selaku sales manager.  Marlina diduga melanggar Pasal 70 ayat (1) PP yang memaksa petugas customer service melakukan penyimpangan atas prosedur refund dan memberikan keterangan palsu kepada perusahaan dengan menggunakan nama konsumen yang tak sebenarnya.                                     

 

“Kasus ini ada unsur menyalahgunakan wewenang dengan mengambil/memakai barang tanpa izin untuk kepentingan aktivitasnya. Ini juga lagi kita pelajari apakah kasus ini terkait kepentingan personalnya atau kepentingan lain,” kata Dede.

 

Membantah

 

Marlina membantah jika dikatakan dirinya menyalahgunakan wewenang. “Kalau menyalahgunakan sebenarnya gak ya, sebenarnya gak ada hubungan jika dikatakan menyalahgunakan wewenang kedudukan atau jabatan. Saya sendiri juga gak tahu tiba-tiba dituduhkan pasal itu karena saya gak merasa menyalahgunakan wewenang, melakukan apa yang dituduhkan itu,” ujar Marlina.

 

Ia mempertanyakan ketika Novana membawa kostum dan sepatu diminta siapa? Sebab, dirinya satu hari sebelum pertandingan sedang libur kerja. Persoalan sepatu Reebok ide pembayaran sepatu dari Christine (Sales Manager Grocery). Sedangkan ide refund sepatu datang dari Anis (Divisi Manajer). Justru pihaknya merasa dirugikan dengan membayar harga sepatu Reebok itu dan menguntungkan pihak pemasok yang seharusnya menjadi tanggung jawab Carrefour.   

 

“Saya diskorsing, terus dibilang PHK mendesak tanpa pesangon, meskipun akhirnya perusahaan menawarkan pesangon sekitar 40-50 juta. Saat itu saya mencoba untuk klarifikasi mau tahu kesalahan saya apa dan menjelaskan kronologisnya, tetapi mereka tak menyebutkan. Saya minta semuanya dipertemukan biar bisa kelihatan mana yang jujur mana yang tidak, jangan dipanggil satu per satu,” protesnya.

Meski mengaku bahwa setiap pengangkatan barang apapun ke area office harus sepengetahuan dan izin closing manager. “Mereka mengangkut sepatu itu tanpa izin dan Carrefour menuduh saya yang angkat, padahal bukan saya yang angkat,” akunya.

 

Terkait anjuran mediator, Marlina menjelaskan bahwa mediator menganjurkan agar perusahaan memberi pesangon sebesar dua kali ketentuan pasal 156 UU Ketenagakerjaan yang totalnya sebesar Rp105,6 juta. Sebab, perusahaan tak bisa membuktikan kesalahan Marlina. “Dari pihak Disnakertrans bilang ke saya, perusahaan tak bisa membuktikan saya yang angkat, misalnya bukti adanya laporan dari kepolisian.”    

 

sumber: hukumonline

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us