Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Sunday, November 19th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Merek Beautycode Jadi Rebutan Dua Perusahaan MLM
December 06th 2009
 

Dua perusahaan multi level marketing menggunakan merek beautycode para produk kecantikan. Sebagai pendaftar pertama, PT kangsen merasa memiliki hak eksklusif atas merek itu.

 

PT Kangsen Kenko Indonesia tak mau tinggal diam atas pendomplengan merek dagangnya, beautycode. Adalah PT Berjaya Cosway Indonesia (eCosway) yang dituding menggunakan merek yang sama. Namun PT Kangsen tak melayangkan gugatan pembatalan merek seperti yang biasa dilakukan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Perusahaan Multi Level Marketing (MLM) itu langsung melayangkan gugatan ganti rugi pada eCosway yang juga perusahaan pemasaran jaringan.

Lewat gugatan itu, PT Kangsen menuntut eCosway menghentikan penggunaan merek yang sama. Melalui kuasa hukumnya dari Iman Sjahputra & Partners, PT Kangsen mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Niaga akhir November lalu. Perkaranya teregister No. 76/Merek/2009/PN.NIAGA.JKT.PST. Belum jelas kapan persidangan perkara ini akan digelar.

 

Dari berkas gugatan dijelaskan, PT Kangsen mengklaim pemakai dan pendaftar pertama atas merek beautycode pada produk kecantikan, seperti sabun, sampo, bedak, lipstik, dan lain-lain. Merek beautycode terdaftar di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM di bawah No. IDM000194880 kelas 03 pada 20 Februari 2006.

 

Sebagai pendaftar pertama, PT Kangsen merasa memiliki hak eksklusif atas merek beautycode sesuai Pasal 3 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Untuk mencapai ketenaran, PT Kangsen melakukan promosi besar-besaran dan terus menerus. Walhasil, produknya diterima masyarakat.

 

Di sisi lain, eCosway juga menggunakan merek yang sama pada produk kecantikan dan perawatan tubuh. Inilah yang membuat PT Kangsen meradang. Sebab, eCosway menggunakan merek beautycode tanpa seizin PT Kangsen. Padahal, PT Kangsen mematok pembayaran royalti atas merek beautycode Rp2 miliar. 

 

Agar penggunaan merek beautycode 'illegal' tak berlanjut, PT Kangsen memuat pengumuman peringatan keras di media massa. Isinya melarang pihak lain menggunakan merek yang sama dengan merek beautycode milik PT Kangsen. Namun hingga gugatan dilayangkan, eCosway masih menggunakan merek beautycode.

 

eCosway dinilai menggunakan merek beautycode tanpa hak dan bertujuan untuk mengecoh konsumen. Masyarakat bisa berpikir bahwa produk eCosway berasal dari PT Kangsen. Dengan begitu, sesuai dengan Pasal 76 UU Merek, PT kangsen menuntut ganti kerugian.

 

Ganti rugi berupa hilangnya hak atas hak royalti sebebesar Rp2 miliar untuk setiap tahun terhitung sejak gugatan diajukan. PT Kangsen juga menuntut ganti kerugian immateriil sebesar Rp5 miliar. Sebab telah kehilangan banyak waktu, tenaga dan fikiran untuk meluruskan image, baik kepada konsumen, distributor maupun agen.

 

Selain ganti kerugian, PT Kangsen meminta majelis hakim agar memerintahkan eCosway menghentikan atau menarik dari pasaran produk beautycode. Sarana promosi eCosway atas produk bermerek beautycode juga diminta untuk dimusnahkan.

 

 

sumber: hukumonline

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us