Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Sunday, November 19th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
Radiogram yang Diminta Hengky Atas Perintah Mantan Mendagri
December 08th 2009
 

Terdakwa mengaku tak pernah menerima apapun dari Hengky, kecuali uang sumbangan untuk pengobatan staf dan dokternya Bachrudin masing-masing sebesar Rp25 juta.

 

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pimpinan Tjokorda Rai Suamba kembali menggelar sidang dengan terdakwa Oentarto Sindung Mawardi, mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Senin (7/12) terkait kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) di sejumlah daerah.

 

Kali ini Oentarto diperiksa kapasitasnya sebagai terdakwa. Selama hampir dua jam diperiksa, Oentarto dicecar sejumlah pertanyaan, khususnya menyangkut proses penerbitan surat edaran peningkatan pelayanan umum yang kemudian diketahui berhubungan dengan pengadaan damkar. 

 

“Pembuatan surat edaran itu diminta Hengky yang katanya atas perintah/instruksi dari Mendagri (Hari Sabarno, red) saat itu. Saya mengeluarkan surat itu terkait peningkatan pelayanan umum di sejumlah daerah,” kata Oentarto.                

 

Oentarto menceritakan pada awal November 2002, Hengky Samuel Daud bertemu dirinya yang mengutarakan ada petunjuk dari menteri (Mendagri) untuk mengeluarkan surat edaran tentang peningkatan pelayanan umum ke sejumlah daerah. “Ini perintah/petunjuk menteri, saya akan klarifikasi/petunjuk menteri dulu, bagaimana konkretnya,” jawab Oentarto.

 

Kemudian pertengahan November, Hengky kembali datang untuk menanyakan surat edarannya.      Namun, surat yang diminta belum selesai karena Oentarto mengaku belum sempat bertemu dengan menteri. “Akhir November ia (Hengky) datang lagi dengan nada agak marah sambil mengeluarkan dua buah pistol, Hengky mengatakan menteri kan sudah memberi petunjuk. Pistol ini selama ikut saya belum pernah dikasih 'makan',” kata Oentarto menirukan ucapan Hengky. “Saya tanya makanannya apa, makanan bunga atau kemenyan”? Hengky menjawab, “Uh ini pistol beneran.”

 

Hengky -Direktur PT Istana Sarana merupakan rekanan proyek damkar- seperti ditirukan Oentarto, kembali meminta agar segera diterbitkan surat edaran itu. Oentarto berjanji akan melaporkan ke menteri. “Pada akhir September sebenarnya, saya sudah konfirmasi saat menerima tamu dari Maluku saat jabatan Gubernur Maluku akan berakhir. Setelah selesai acara itu saya lapor mengenai permintaan Hengky agar saya menerbitkan surat edaran untuk peningkatan pelayanan umum khususnya kebersihan dan penanggulangan kebakaran.”

 

Menanggapi hal itu, kala itu Hari sabarno memerintahkan agar Oentarto mengikuti surat-surat pejabat terdahulu. “Setahu saya pimpinan terdahulu sudah pernah menerbitkan surat semacam itu, ikuti saja surat itu, dicari sana, tanya sama staf,” ujar Oentarto menirukan ucapan Hari  Sabarno.

 

Dalam pertemuannya dengan Hengky akhir November, lanjut Oentarto, selain membawa konsep surat sendiri Hengky pun membawa contoh surat-surat pejabat terdahulu yang konsepnya tak sama. “Konsep surat dari Hengky tak saya pakai, saya memperhatikan surat petunjuk konsep surat terdahulu,” tukasnya. 

 

Lantaran kesibukan menteri, Oentarto hanya bisa menitip pesan kepada sekretaris pribadi (Sespri) terkait surat edaran. Setelah disampaikan, Sespri menirukan ucapan Mendagri yang memerintahkan agar Oentarto memberikan surat edaran yang diminta Hengky. “Kalau begitu surat itu harus dikeluarkan dong?” Sespri menjawab,”Iya begitu, petunjuknya Pak Menteri,” kata Oentarto menirukan ucapan Sespri. “Jadi itu pesan yang disampaikan menteri kepada Sespri, Sespri disampaikan kepada saya.”

 

Konsep surat itu, hampir sama dengan konsep surat terdahulu yang ditandatangani Sekjen Depdagri (Amir Muhasyim), “Penambahannya hanya soal sasis yang populasinya banyak untuk memenuhi persyaratan daya dukung secara teknis agar banyak pengusaha yang bisa ikut berpartisipasi jika daerah memerlukannya,” kata Oentarto. “Dalam konsep surat rupanya, Saudara Hengky mencantumkan nama perusahaan, harga, tetapi saya coret, selesai diperbaiki baru saya tanda tangani dan surat itu saya tujukan kepada kepala daerah seluruh Indonesia.”

 

Setelah surat itu dikirim, Oentarto mengaku melaporkan ke Mendagri. “Surat permintaan Hengky yang waktu arahan Pak Menteri sudah dikirim. Ya sudah dimonitor saja, kan itu daerah yang butuh,” kata Oentarto menirukan ucapan Hari Sabarno. Ia mengaku tak tahu jika surat radiogram itu digunakan Hengky dengan untuk dilampirkan pengajuan penawaran ke sejumlah Pemda.

 

Tak menerima apapun

Ditanya soal penerimaan uang dari Hengky, tak sepenuhnya ia bantah. Pasalnya, ada sejumlah uang yang diterima, tetapi uang itu bukan dirinya melainkan hanya sumbangan. “Saya tak pernah menerima sesuatu berupa apapun dari Hengky, kecuali dititipi sumbangan untuk pengobatan Bachrudin, salah seorang eselon II di Depdagri, dan dokternya sebesar Rp50 juta,” akunya.

 

Ia pun membantah menerima uang dari Hengky sebesar Rp150 juta berupa cek dari Bank Jabar. Ia mengaku menerima uang dari Saudara Sigit sebesar Rp150 juta dari Gubernur Papua. “Saya diberi oleh oleh-oleh batik khas Papua dan amplop berisi uang sebesar Rp150 juta untuk bantuan lebaran, natal, pakaian olahraga dan yang melaksanakan staf saya yang sudah diperiksa di persidangan ini. Namun uang itu sudah saya kembalikan ke KPK.”   

 

Meski demikian Oentarto mengaku menyesal atas semua yang menimpa pada dirinya. Pasalnya, ia dan keluarganya mendapat kucilan dari masyarakat. “Penyesalan saya, kenapa saya terlalu royal terhadap pimpinan,” katanya. 

 

Persidangan kasus ini ditunda hingga Senin (14/12) pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan penuntut umum.

 

sumber: hukumonline

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us