Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Sunday, November 19th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
2011, Transaksi Bursa Berjalan Otomatis
December 13th 2009
 

Solo - Investor, perusahaan sekuritas, dan pengelola bursa pada akhir tahun 2011 dapat melakukan seluruh proses transaksi jual-beli saham secara otomatis di Bursa Efek Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi perdagangan serta perlindungan terhadap investor.

Demikian disampaikan Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nurhaida di Solo, Sabtu (12/12).

Dijelaskan, sistem yang dinamai Straight Through Processing (STP) ini membuat seluruh proses transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan secara otomatis. Hal tersebut dimungkinkan karena seluruh sistem perdagangan perusahaan sekuritas, BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) diintegrasikan.

Sistem perdagangan secara otomatis ini diharapkan dapat menghilangkan adanya intervensi manual dan input ulang data, seperti yang masih terjadi saat ini.

”Ini mengurangi risiko operasional sejak terjadinya pesanan hingga proses penyelesaian,” kata Nurhaida.

Sistem STP juga meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat proses perdagangan. Penyelesaian transaksi efek bisa dilakukan lebih cepat, yaitu dari tiga hari setelah transaksi (T+3) menjadi dua hari setelah transaksi (T+2), atau sehari setelah transaksi (T+1).

Proyek terbesar

STP adalah proyek terbesar Bapepam-LK, BEI, KSEI, dan KPEI untuk memenuhi tuntutan pasar akan peningkatan kapasitas dan efisiensi perdagangan saham, serta perlindungan investor. Selain itu, STP juga untuk menjawab perkembangan sistem perdagangan secara online.

”Untuk menyelesaikan proyek ini, kami harus menyelesaikan 47 proyek lainnya terlebih dahulu, antara lain penerapan identitas tunggal bagi setiap investor (singel ID),” kata Nurhaida, yang mengaku belum dapat menyebutkan dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.

Namun, menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Keanggotaan BEI Wan Wei Yiong, untuk meningkatkan sistem teknologi informasi BEI selama tiga tahun ke depan disiapkan anggaran Rp 100 miliar.

Anggaran tersebut, kata Wan, sudah termasuk penyelesaian sistem STP dan peningkatan kapasitas Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS Next-G).

Saat ini, JATS Next-G hanya mampu menjalankan 500.000 transaksi dan 1 juta order per hari. Tahun 2010 kapasitas JATS Next-G akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta transaksi dan 5 juta order per hari.

kompas.com

 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us