Home About Us Client Transaction Data Center Legal Article Contact Us
Saturday, November 18th 2017  
  News  
Language
English | Indonesia
You're in : News
BPK Temukan Sembilan Pelanggaran di Bank Century
December 16th 2009
 
Jakarta - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri menjelaskan, BPK menemukan setidaknya ada sembilan temuan pada audit investigasi terhadap Bank Century yang patut diduga sebagai pelanggaran.

"Dari sembilan temuan pelanggaran tersebut, BPK menyimpulkan Bank Indonesia (BI) tidak memberikan data-data dan informasi lengkap kepada Menteri Keuangan sebelum diputuskan sebagai bank gagal berdampak sistemik," katanya di hadapan Panitia Angket Kasus Bank Century DPR di Gedung DPR/MPR di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan, pelanggaran tersebut sudah terjadi sejak lama, yakni sejak menjelang proses penggabungan (merger) tiga bank menjadi Bank Century pada 2001 hingga Bank Century dicabut dari status SSU (dalam pengawasan intensif BI) oleh BI pada Agustus 2009.

Menurut dia, menjelang proses penggabungan dari tiga bank (CIC, Piko dan Dampak) menjadi Bank Century, telah terjadi pelanggaran, yakni pada saat akuisisi oleh sebuah lembaga keuangan asing bernama Cingkara yang belum mendapat persetujuan dari BI.

"Gubernur BI saat itu membantu memuluskan proses merger Bank Century," katanya.

Kemudian setelah dilakukan penggabungan, kata dia, pengawasan yang dilakukan BI lemah, karena membiarkan Bank Century melakukan rekayasa-rekayasa dokumentasi.

Temuan BPK yang lain, kata dia, patut diduga fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank Century melanggar aturan.

"Sebenarnya Bank Century tidak memenuhi syarat untuk menerima FPJP, tapi BI mengubah aturan FPJP dengan meringankan persyaratannya," kata dia.

Hasan Bisri juga menjelaskan, sejumlah temuan lain yang diduga terjadi pelanggaran aturan.

Ketua BPK Hadi Purnomo menegaskan, BPK tidak puas atas penjelasan BI soal Bank Century dan meminta BI bisa memberikan penjelasan yang jelas dan profesional.

Setelah mendengar penjelasan dari pimpinan BPK, rapat panitia angket dihentikan sementara selama satu jam untuk istirahat dan dilanjutkan mulai pukul 13.30.

Pimpinan BPK diundang panitia angket untuk memberikan penjelasan guna pendalaman laporan audit investigasi BPK terhadap Bank Century.

Rapat panitia angket dipimpin Ketua Idrus Marham (FPG) yang didampingi tiga wakilnya, yakni Gayus Lumbuun (PDIP), Mahfud Siddiq (PKS) dan Yahya Sacawiria (FPD).

Pimpinan BPK hadir seluruhnya, yakni ketua Hadi Purnomo didampingi seluruh anggota BPK.

sumber : ANTARA News
 
 
  Total : 621 record(s) | | View All | Filter | Search  
 
 
     
08/16/2013   Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
07/05/2013   LexRegis Trip to Pari Island
06/18/2013   Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
05/31/2013   Removal of Data Center
12/28/2012   Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
06/22/2012   Government of DKI Jakarta Taking Advantages From raffic
06/22/2012   Resident Sue Foke for Continuous Traffic
06/22/2012   Judge Delete DPRD DKI as Defendant of Citizen Lawsuit
06/22/2012   Jakarta Traffic, Fauzi Bowo And SBY Being Sued
06/22/2012   Jakarta Traffic, Government of DKI And President Being Sued
 
 
 
 
Member Login
 
 
  Login
Sign Up
Forget your username or password?
 
Latest News Weekly
16/08/2013
Revision of the Minister of Agriculture Regulation No. 26/2007 regarding Plantation Business Permit
05/07/2013
LexRegis Trip to Pari Island
18/06/2013
Seven Important Points of BKPM Regulation No. 5/2013
31/05/2013
Removal of Data Center
28/12/2012
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013
All news...
 
 
 
Home | About Us | Client Transaction | Data Center | Legal Article | | Contact Us